Daftar Cerita Legenda Rakyat

KISAH SI BUGU YANG PANDIR

Si Bugu adalah seorang pemuda pandir yang tinggal di sebuah kampung di daerah Lampung. Ia disebut pandir karena daya berpikirnya yang sangat lemah. Meskipun demikian, si Bugu pada akhirnya mampu menjadi raja dan memiliki seorang permaisuri yang cantik jelita.

INILAH KISAHNYA SI BUGU YANG PANDIR

***


Dahulu, di suatu kampung di Lampung, ada seorang pemuda pandir bernama si Bugu. Ia tinggal bersama ibunya sebuah gubuk yang terletak di pinggir hutan. Sehari-hari ia membantu ibunya bercocok tanam di ladang peninggalan ayahnya. Hasilnya pun cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Suatu hari, si Bugu bersama ibunya sedang duduk di depan gubuk. Sang Ibu sedang menambal pakaian si Bugu yang sudah bolong. Sementara si Bugu yang pandir itu sedang asyik menggores-gores tanah dengan sebatang ranting kayu kering. Saat si Bugu sedang asyik, tiba-tiba ibunya berkata kepadanya. 
“Bugu, anakku. Bukankah kamu sudah dewasa? Alangkah baiknya jika kamu mencari seorang gadis untuk kamu jadikan istri!” ujar ibu Bugu. 
Tanpa berkata-kata, Bugu langsung menuruti nasehat ibunya. Namun, setiap gadis yang ia temui, tidak seorang pun yang bersedia menikah dengannya. Dengan perasaan kecewa, ia pulang ke rumah untuk mengadukan nasibnya kepada sang Ibu. 
  • “Ibu, aku sudah berusaha, tapi semua gadis yang kutemui menolak,” keluh si Bugu. 
  • “Jangan putus asa, anakku,” ujar sang Ibu, 
  • “Teruslah mencoba, siapa tahu ada yang mau menerimamu. Besok, jika kamu menemukan seorang gadis dan ia hanya diam, itu tandanya setuju.” 
  • “Baik, Bu,” jawab si Bugu. 
  • “Hari sudah sore, Nak. Sebaiknya, kamu mandi dan istirahat dulu. Besok kamu bisa mencoba lagi,” ujar ibunya. 
Si Bugu pun menuruti nasehat ibunya. Keesokan harinya, pemuda pandir itu kembali melanjutkan pencarian jodohnya. Ketika ia menyusuri sebuah jalan yang sepi, tiba-tiba ia melihat seorang gadis sedang tergeletak di pinggir jalan. Ia pun langsung menanyai gadis itu, namun tidak menjawab. 
“Gadis ini hanya diam saja. Berarti dia pasti mau menjadi istriku,” gumam si Bugu dengan perasaan senang. 
Dikiranya gadis itu sedang tidur untuk melepas, padahal ia sudah meninggal dunia karena terjatuh. Tanpa berpikir panjang, si Bugu pun mengangkat gadis itu pulang ke rumahnya. Betapa senangnya hati ibunya ketika ia sampai di rumah. 
“Bugu, Anakku. Ternyata kamu berhasil juga menemukan jodohmu,” ujar ibunya tanpa memperhatikan keadaan gadis itu.
Sementara itu, si Bugu langsung membawa gadis itu ke dalam kamarnya. Ketika hari sudah sore, sang Ibu ingin menemui gadis itu. Namun, ia mengurungkan niatnya karena mengira gadis itu sedang beristirahat. Ia tidak ingin mengganggunya. Hingga tengah malam, ibu Bugu terus menunggu gadis itu keluar dari dalam kamar. 
“Kenapa gadis itu mengurung diri terus di dalam kamar?” gumam ibu Bugu
Rupanya, ibu Bugu sudah tak kuat menahan rasa kantuk hingga ia pun terlelap. Saat terbangun pada pagi harinya, tiba-tiba ia mencium bau busuk yang amat menyengat dari dalam kamar. Oleh karena penasaran, janda itu pun memberanikan diri masuk ke dalam kamar. Betapa terkejutnya ia saat melihat tubuh gadis itu terbujur kaku dan berbau busuk. 
  • “Buguuu… Buguuu… ternyata gadis yang kamu bawa itu sudah meninggal,” gumam ibu Bugu sambil menggeleng-gelengkan kepala. Perempuan tua itu pun segera menemui anaknya. 
  • “Bugu, rupanya kamu membawa mayat ke rumah ini. Gadis itu berbau busuk. Itu artinya ia sudah sudah meninggal dunia,” ungkap ibu Bugu. 
  • “Oh, begitu,” jawab Bugu dengan lugunya. 
Akhirnya, Bugu dan ibunya segera mengubur mayat gadis itu. Begitu usai mengubur gadis itu, tiba-tiba ibunya kentut. 
“Aduh, Ibu bau sekali. Rupanya Ibu sudah mati juga,” kata Bugu. Pemuda pandir itu langsung mengangkat ibunya untuk dikubur. Ibunya pun meronta-ronta lalu pergi meninggalkan Bugu. 
Tak berapa lama kemudian, kini giliran Bugu yang kentut. 
  • “Hmm… aku bau sekali. Berarti aku juga sudah mati,” gumam Bugu, 
  • “Tapi, siapa yang akan menguburku?” Bingung karena tidak orang yang menguburnya, Bugu kemudian terjun ke sungai dan terus menyelam. 
Namun karena tidak tahan di dalam air, ia pun segera mengapung. Saat itu, ia melihat seorang pria yang sudah dikenalnya. Namun, pria yang bernama Bakhetih itu rupanya seorang pencuri. Saat itu Bakhetih sedang berdiri di bawah pohon mangga di tepi sungai. Bugu lalu menghampirinya. 
  • “Hai, Bakhetih. Apa yang sedang kamu lakukan di sini?” tanya Bugu. 
  • “Aku sedang menunggu mangga jatuh, Bugu,” jawab Bakhetih. 
Akhirnya, Bakhetih pun mengajak Bugu ikut bersamanya pergi mencuri. Mula-mula Bugu diajak mencuri ayam karena ia amat menyukai hati ayam. Namun, Bugu menolak. 
  • “Aku ingin hati yang lebih besar,” kata Bugu. 
  • “Baiklah, kalau begitu. Sebaiknya kita mencuri kerbau saja,” ujar Bakheti. 
Malam harinya, kedua orang itu mendatangi rumah seorang warga untuk mencuri kerbau. Namun, ketika hendak mengeluarkan kerbau itu dari kandangnya, tiba-tiba Bugu batuk-batuk sehingga kehadiran mereka ketahuan oleh si pemilik kerbau. Rencana mereka pun gagal. 
Malam berikutnya, Bakhetih menyuruh si Bugu seorang diri untuk mencuri uang di istana raja. Sebelum ia pergi, Bakheti berpesan kepadanya. 
  • “Bugu, ketahuilah bahwa ciri-ciri uang itu adalah berat, licin jika dipegang, dan berbunyi jika dipukul!” ujar Bakhetih. 
  • “Baik, Bakheti,” jawab si Bugu.
Setelah itu, berangkatlah si Bugu ke istana raja. Sesampai di sana, ia pun berhasil menyelinap masuk ke dalam kamar tempat penyimpanan uang raja melalui loteng. Karena suasana gelap, Bugu pun meraba dan merasakan ada benda menonjol dan licin. 
“Benda ini pasti uang,” pikirnya. 
Untuk menyakinkan dirinya bahwa benda itu adalah benar-benar uang, si Bugu memukul-mukul benda itu. 
“Ting…. Ting… Ting…!!!” demikian suara uang logam itu. 
Karena suaranya nyaring sekali, penjaga kamar yang sedang terlelap pun terbangun. Tak ayal, aksi Bugu pun ketahuan dan akhirnya ditangkap. Ia kemudian dilaporkan kepada sang Raja. 
“Cepat masukkan ke dalam pencuri itu!” titah sang Raja. 
Malam itu juga, si Bugu dimasukkan ke penjara. Pada esok harinya, raja memerintahkan kepada pengawalnya untuk memberi hukuman mati kepada si Bugu. 
“Bawa pemuda itu ke hutan dan bakarlah dia!” titah sang Raja. 
Bugu pun dibawa ke hutan oleh beberapa pengawal istana. Setiba di hutan, Bugu diikat di sebatang pohon. Sementara para pengawal pergi mencari kayu bakar. Selang beberapa saat kemudian, tiba-tiba seorang pedagang lewat dan bertanya kepada Bugu. 
  • “Hai, kenapa kamu diikat seperti itu?” tanya pedagang itu. 
  • “Saya sedang berobat, Tuan. Pinggang saya sakit sekali karena terlalu sering berdagang,” jawab Bugu. 
Rupanya, pedagang itu terpengaruh oleh ucapan si Bugu. Ia pun ingin berobat seperti halnya si Bugu. 
  • “Kalau begitu, bolehkah saya ikut berobat? Pinggang saya sakit sekali,” pinta pedagang itu. 
  • “Tentu, Tuan,” jawab si Bugu, 
  • “Tapi, lepaskan dulu tali ini!” 
Akhirnya, pedagang itu melepaskan tali ikatan Bugu. Setelah itu, ia diikat di batang pohon itu menggantikan si Bugu. Sementara itu, si Bugu segera meninggalkan tempat itu. Selang beberapa saat kemudian, para pengawal telah kembali. Tanpa memperhatikan tawanannya, mereka langsung menimbuni pedagang itu dengan kayu lalu membakarnya. Pedagang itu pun akhirnya tewas karena hangus terbakar. Sementara itu, si Bugu kembali ke istana untuk membalas dendam kepada Raja. Alangkah terkejutnya sang Raja saat melihat si Bugu masih hidup.
  • “Hai, anak muda. Kenapa kamu masih hidup? Bukankah seharusnya kamu sudah mati terbakar?” tanya raja dengan heran. 
  • “Benar, Baginda. Hamba memang sudah mati dibakar, tapi para bidadari mengangkat hamba ke kahyangan. Di sana hamba bertemu dengan kerabat Baginda. Mereka sangat rindu dan ingin bertemu dengan Baginda,” kata si Bugu, 
  • “Tapi, Baginda harus mati dulu dengan cara membakar diri.” 
  • “Benarkah begitu, wahai anak muda?” tanya sang Raja seolah-olah tidak percaya. 
  • “Benar, Baginda. Silakan saja jika Baginda Raja ingin ke kahyangan menemui mereka!” ujar si Bugu. 
Sang Raja pun ingin sekali ke kahyangan untuk menemui kerabatnya. Ia lalu membakar diri hingga akhirnya tewas. Melihat peristiwa itu, permaisuri raja amat sedih. Si Bugu pun berusaha menenangkan hatinya. 
  • “Sudahlah, Permaisuri! Restuilah kepergian Baginda, semoga hidupnya tenang di surga,” ujar si Bugu. 
  • “Bagaimana dengan kerajaan ini?” tanya permaisuri bingung. 
  • “Tenang, Permaisuri! Selama Baginda berada di surga, saya diminta menggantikannya sebagai raja dan engkau menjadi permaisuriku,” ujar si Bugu. 
Sang Permaisuri pun tak kuasa menolak kenyataan itu. Maka, sejak itulah si Bugu menjadi raja dan kemudian mengangkat Bakhetih si pencuri menjadi pengantar surat istana.

* * *

Demikin Kisah Si Bugu yang Pandir dari daerah Lampung. Kisah di atas hanyalah sebuah cerita dongeng yang berkembang di kalangan masyarakat Lampung. Di balik cerita di atas, tersimpan pesan-pesan moral yang dapat dipetik untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bahwa janganlah kita terlalu mudah percaya pada perkataan seorang yang pandir seperti si Bugu karena akibatnya akan menyesatkan.  (Agatha Nicole Tjang – Ie Lien Tjang © http://agathanicole.blogspot.co.id)



BERSAHABAT DENGAN AGATHA NICOLE TJANG - IE LIEN TJANG

Show Comments: OR

0 komentar:

Post a Comment

Teman-Teman yang berkunjung pasti komentarnya juga baik. karena kita semua manusia baik-baik. Oleh karena itu Nicole bilang Salam Komen terbaik kepada semua.
Kalau Mau Contact Nicole di :
Em@il : ieliencang@gmail.com
Phone & SMS : +6287760129111
T E R I M A K A S I H - MATUR SUKME - THANK YOU

ARTIKEL & CERITA DAN KISAH LEGENDA RAKYAT TERBARU

  • NAMA MARGA KETURUNAN CINA DI INDONESIA DAN DUNIA
    Nama Marga Keturunan Cina adalah nama yang diekspresikan dengan karakter Han (Hanzi). Nama ini digunakan secara luas oleh warga negara Republik Rakyat Tiongkok, Republik Tiongkok, Hong Kong, Makau dan keturunan Cina di negara-negara lainnya. Nama Cina biasanya terdiri dari 2 karakter sampai 4 karakter, walaupun ada yang lebih dari 4 karakter, namun umumnya nama seperti itu adalah mengambil...
    Dec-21 - 2017 | 4 Comments | More »
  • PENGGEMBALA SAPI TUA dan TONGKAT AJAIB
    Seperti negara kita tercinta Indonesia, negara-negara lain pun mempunyai cerita-cerita legenda rakyat (folklore) yang menarik dan sarat akan makna dan pesan moral bagi kita. Negeri Tirai Bambu Tiongkok atau China juga memiliki beberapa cerita legenda rakyat salah satunya adalah KISAH PENGGEMBALA SAPI TUA DAN TONGKAT AJAIB. Dahulu kala, ada sebuah danau yang sangat jernih di Yunnan, China....
    Dec-21 - 2017 | No Comments | More »
  • ASAL MULA SELAT BALI
    Selat Bali adalah selat yang memisahkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Untuk menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Bali melalui Selat Bali ini, yang dihubungkan dengan layanan kapal ferry dengan Pelabuhan Gilimanuk di Pulau Bali dan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi - Pulau Jawa. Alkisah, di Kerajaan Daha, Kediri, Jawa Timur, hiduplah seorang Brahamana (pendeta) yang bernama Empu...
    Dec-21 - 2017 | No Comments | More »
  • ASAL MUASAL UPACARA NANGLUK MERANA (MEMBASMI HAMA) KABUPATEN KARANGASEM
    Di Pulau Bali yang merupakan Pulau Dewata, terdapat tiga putra Batara Siwa yaitu Batara Gunung Agung, Batara Andakasa dan Batara Batur. Batara Batur setiap ada hama merusak tanamannya agar segera meminta maaf kepada Batara Gunung Agung dan Batara Andakasa ke laut. Di samping itu, Batara Batur juga diharapkan agar setiap tahun memohon maaf ke sana dengan melakukan upacara yang disebut...
    Dec-19 - 2017 | No Comments | More »
  • KISAH PUTRI CILINAYA
    Putri Cilinaya adalah seorang putri raja Kerajaan Daha yang mengingkari NAZAR-nya (Janji Suci Pada Tuhan Yang Maha Esa). Karena pengingkarannya itu sang putri diterbangkan oleh angin dan menjatuhkannya pada sebuah tempat, dimana tempat itu didiami oleh sepasang suami-istri yang kemudian memberi nama sang bayi putri tersebut dengan nama Cilinaya.  Alkisah pada zaman dahulu, tersebut...
    Dec-19 - 2017 | No Comments | More »
  • DONGENG KISAH BATU GOLOQ DI PULAU LOMBOK
    Batu Goloq adalah sejenis batu ceper yang terdapat di sebuah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Batu ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai penyebab munculnya tiga nama tempat di daerah Nusa Tenggara Barat, yakni Desa Gembong, Dasan Batu, dan Montong Teker. Alkisah, di daerah Padamara dekat Sungai Sawing, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, ada sepasang suami-istri...
    Dec-19 - 2017 | No Comments | More »
  • KISAH WINANGSIA, PUTRI RATNA AYU WIDERADIN YANG DISIA-SIAKAN
    Pada jaman dahulu kala, di pulau lombok Nusa Tenggara Barat, berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja Indrapandita. Raja itu memiliki sembilan putri yang cantik-cantik. Putri sulungnya bernama Denda Wingi, sedangkan si bungsu bernama Ratna Ayu Wideradin. Dari kesembilan putri raja tersebut, si bungsulah yang paling cantik dan mempesona. Maka, tidak mengherankan jika si bungsu menjadi...
    Dec-15 - 2017 | 1 Comment | More »

ARTIKEL & CERITA DAN KISAH LEGENDA RAKYAT POPULER

  • KISAH SI BIDENG
    21.10.2017 - 0 Comments
    Bideng adalah seorang remaja laki-laki yang tinggal di sebuah desa di daerah Kalimantan Tengah, Indonesia. Pada suatu hari, ia pergi menangkap kawanan burung yang banyak terdapat di atas pohon beringin di tepi sungai. Tanpa disadarinya, kawanan burung tersebut membawanya terbang tinggi ke udara. ∞∞∞ Di sebuah kampung di daerah Kalimantan Tengah, hiduplah sepasang suami-istri bersama…
  • LEGENDA ASAL MULA NAMA KOTA BALIKPAPAN
    26.10.2017 - 0 Comments
    Balikpapan adalah kota besar di Provinsi Kalimantan Timur yang dijuluki Banua Patra (Kota Minyak) atau Bumi Manuntung. Terdapat beragam legenda yang cukup menarik seputar asal mula Balikpapan. Salah satu di antaranya adalah legenda yang mengisahkan sekelompok orang kepercayaan dari Putri Aji Tatin tertimpa musibah di tengah laut dimana perahu yang mereka tumpangi dihempas gelombang besar…
  • KISAH PUTRI ANAM DAN PUTRI BUSSU
    13.10.2017 - 0 Comments
    Pesan moral yang dipetik dari Kisah ini adalah bahwa orang yang suka berbohong, serakah, dan tidak memiliki sifat sabar akan menanggung akibat bencana dan marabahaya. Sebaliknya, orang yang baik hati, jujur, dan tidak serakah akan mendapatkan ganjaran berupa anugerah yang melimpah.  ∞∞∞ Dikisahkan hiduplah dua gadis kakak beradik. Si sulung bernama PUTRI ANAM, sedangkan adiknya…
  • ADHI MEKAR INDONESIA [AMI SCHOOL] Dengan Kontestant MISS WORLD 2013 Di World Peace Gong Kertalangu, Bali
    22.09.2013 - 1 Comments
    PERDAMAIAN itu memang indah. Hal ini pula yang ingin disampaikan kepada kontestan Miss World 2013. Bertepatan dengan peringatan hari perdamaian sedunia, para kontestan juga diagendakan untuk mengunjungi Gong Perdamaian. "Kami sangat antusias dengan kunjungan kontestan Miss World 2013 ke Gong Perdamaian. Tempat ini adalah simbol perdamaian dunia dan kami ingin menghimbau untuk menjaga…
  • CERITA RAKYAT SIDANG BELAWAN
    12.09.2017 - 0 Comments
    Sidang Belawan adalah seorang putra raja yang memiliki istri seorang bidadari. Suatu ketika, sang Istri terpaksa kembali ke negerinya karena Sidang Belawan melanggar janji. Ia pun berupaya mengejarnya hingga ke khayangan. Namun, Sidang Belawan baru boleh bertemu dan membawa istrinya kembali ke bumi setelah melalui tiga ujian. * * * Dahulu, di daerah Lampung, ada seorang raja yang…

ADHI MEKAR INDONESIA "AMI SCHOOL" DENPASAR BARAT, BALI

 
  • AGATHA NICOLE © 2017 | Modified By YURI | Powered By BLOGGER | KEDAI LOMBOK