Daftar Cerita Legenda Rakyat

KISAH PA UDAK DAN RAKSASA

Pak Udak adalah seorang manusia biasa yang sering dianggap sebagai anak dewa oleh warga di desanya.
Suatu ketika, Pak Udak diajak oleh tetangganya yang bernama Pak Senjaring untuk mengambil buah duku di kebun sepasang raksasa bernama Kakek dan Nenek Gergasi.
Namun,malang nasib Pak Udak, ia tertangkap oleh dua raksasa itu. 

* * *

Dahulu, di daerah Bangka Belitung, ada seorang lelaki bernama Pak Udak. Oleh warga, ia dianggap sebagai anak dewa karena kerap mendapat pertolongan jika tertimpa musibah. Di suatu pagi, Pak Udak sedang duduk bersantai di depan rumahnya. Datanglah seorang tetangganya yang bernama Pak Senjaring.
  • “Sedang apa, Pak Udak?” sapa Pak Senjaring sambil menepuk pundak Pak Udak.
  • “Sedang duduk-duduk saja,” jawab Pak Udak, 
  • “Ada apa gerangan? Kok pagi-pagi begini sudah bertamu? Ada yang bisa saya bantu?”
Pak Senjaring hanya tersenyum, lalu menjawab.
  • “Begini, Pak Udak. Dari pada tidak ada kerjaan, bagaimana kalau kita pergi ke kebun milik Kakek dan Nenek Gergasi untuk mengambil buah duku?” ajak Pak Senjaring.
  • “Tidak, Ah. Saya takut,” tolak Pak Udak, 
  • “Mereka itu raksasa yang suka memangsa manusia!”
  • “Iya, Pak Udak. Tapi, aku yakin tidak akan terjadi sesuatu pada kita. Bukankah Pak Udak selalu dilindungi oleh dewa? Dewa pasti akan melindungi kita,” bujuk Pak Senjaring.
Pak Udak akhirnya tergoda oleh bujukan Pak Senjaring. Mereka pun segera menyiapkan bekal perjalanan, termasuk sarau, yaitu keranjang bertali yang disangkutkan di punggung.

Setelah dua hari menempuh perjalanan, mereka pun tiba di kebun yang ditumbuhi puluhan pohon duku yang sedang berbuah lebat. Mereka tiba di sana pada hari sudah gelap. Sementara bulan sedang tidak tampak. Pak Udak mulai sedikit takut.
  • “Apa yang harus kita lakukan Pak Senjaring?” tanya Pak Udah, ‘”Suasana kebun ini gelap sekali, kita tidak bisa memetik buah duku.”
  • “Kalau begitu, sebaiknya kita tunggu sampai hampir pagi,” ujar Pak Senjaring.
  • “Tapi, kita harus bangun sebelum Nenek Gergasi dan suaminya terbangun,” kata Pak Udak.
Akhirnya malam itu, mereka memutuskan untuk beristirahat. Kakek dan Nenek Gergasi sedang terlelap. Suara dengkuran dua raksasa itu mirip dengkuran harimau. Pak Udak dan Pak Senjaring pun sulit memejamkan mata.

Saat pagi mulai menjelang, Pak Udak dan Pak Senjaring segera menuju ke ladang. Setelah memilih pohon duku yang berbuah lebat, mereka pun mulai memanjat.
  • “Hati-hati, Pak Udak. Jangan menimbulkan suara berisik,” bisik Pak Senjaring.
  • “Baik,” jawab Pak Udak.
Pak Udak dan Pak Senjaring pun mulai memetik buah duku. Sebentar saja, sarau Pak Senjaring telah penuh. Sementara sarau Pak Udak baru separuhnya. Rupanya, duku yang telah dipetik Pak Udak sebagian besar langsung dimakan.
“Pak Udak, ayo cepat turun! Kita tinggalkan tempat ini!” seru Pak Senjaring.
Pak Udak tidak menghiraukan seruan Pak Senjaring. Ia masih terus memakan buah duku. Karena matahari sudah mulai terbit, Pak Senjaring segera bersembunyi ke dalam semak belukar di pinggir kebun.

Ketika bangun tidur, kedua raksasa pemilik ladang itu terkejut melihat banyak kulit duku yang berserakan di bawah pohon.
  • “Siapa yang telah mengambil buah duku kita?” tanya Kakek Gergasi.
  • “Lihat di atas pohon itu!” seru Nenek Gergasi, “Dialah pelakunya.”
  • “Hai, manusia. Cepat turun!” teriak Kakek Gergasi.
Pak Udak yang berada di atas pohon menjadi ketakutan. Seluruh tubuhnya gemetar. Ia tidak berani turun, meskipun Kakek Gergasi sudah berkali-kali menyuruhnya. Kakek Gergasi yang murka kemudian mengguncang-guncang pohon itu hingga pegangan Pak Udak terlepas dan tubuhnya jatuh ke tanah.

Kedua raksasa itu segera menghampiri Pak Udak yang tidak sadarkan diri. Pak Senjaring yang menyaksikan peristiwa tersebut segera meninggalkan tempat itu dengan berlinang air mata. Ia yakin bahwa pastilah Pak Udak akan dimangsa oleh kedua raksasa itu.

Di kebun duku, kedua raksasa itu terlihat sedang mengamati Pak Udak yang masih pingsan.
  • “Apa yang akan kita lakukan pada anak manusia ini?” tanyak Nenek Gergasi.
  • “Sebaiknya manusia ini kita pelihara dulu. Nanti setelah gemuk barulah kita sembelih untuk dijadikan gulai,” ujar Kakek Gergasi.
Kedua raksasa itu memasukkan Pak Udak ke dalam kurungan. Setiap hari, Pak Udak diberi makan yang banyak agar cepat gemuk. Pak Udak hanya bisa meratapi nasibnya. Ia sering menangis karena teringat pada anaknya yang akan kehilangan ayahnya.

Ketika Pak Udak sedang menangis, tiba-tiba anak pasangan raksasa itu, si Gerasi, datang menghampirinya. Saat itu, kedua orang tua si Gerasi sedang tidak ada di rumah mereka.
  • “Kenapa kamu menangis?” tanya anak raksasa itu.
  • “Hatiku sedih. Anakku tak lama lagi akan kehilangan ayahnya,” jawab Pak Udak.
Ketika bercerita, Pak Udak sambil memperagakan ketika ia menimang-nimang anaknya sambil menyanyikan lagu-lagu indah. Rupanya, anak raksasa itu tertarik dan meminta kepada Pak Udak agar dirinya ditimang dan dinyanyikan.
“Pak Udak, mau kamu menimang dan menyanyikan tembang-tembang indah untukku?” pinta Gerasi.
Pak Udak pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. 
  • “Baiklah. Aku menyanggupi permintaanmu. Tapi, bagaimana aku bisa menimangmu jika aku masih berada di dalam kurungan ini?” kata Pak Udak.
  • “Tenang, Pak Udak. Aku akan mengeluarkanmu dari kurungan itu,” kata si Gerasi.
Si Gerasi pun membuka pintu kurungan itu dan Pak Udak pun segera keluar. Pak Udak kemudian mencoba untuk menimang si Gerasi. Meskipun berkali-kali terjerembab karena badan anak raksasa itu sangat berat, Pak Udak akhirnya berhasil menidurkan Gerasi. Pak Udak dengan hati-hati memasukkan si Gerasi ke dalam kurungan, lalu segera meninggalkan tempat itu. Tak lupa ia membawa semua makanan yang tersedia.

Setiba di perkampungan, Pak Udak disambut oleh warga dengan suka cita. Para warga, terutama Pak Senjaring, amat heran melihat Pak Udak mampu meloloskan diri dari santapan Nenek dan Kakek Gergasi.
“Bagaimana kamu bisa meloloskan dari diri, Pak Udak?” tanya Pak Senjaring.
Pak Udak pun menceritakan upaya yang telah dilakukannya hingga bisa meloloskan diri. Semua warga menjadi terharu mendengar cerita Pak Udak. Mereka menganggap bahwa semua itu karena pertolongan dewa. Mereka pun semakin semakin percaya bahwa Pak Udak adalah anak dewa. Sejak itulah, derajat Pak Udak di mata warga sekitarnya semakin tinggi dan akhirnya ia pun diangkat menjadi kepala kampung.

* * *

Demikian Kisah Pak Udak dan Raksasa dari Bangka Belitung. Pesan moral yang dapat dipetik dari kisah di atas adalah bahwa hendaknya seseorang tidak mengambil harta milik orang lain tanpa izin seperti halnya Pak Udak dan Pak Senjaring. Untung mereka bisa meloloskan diri. Dari sini dapat diambil pelajaran juga bahwa ketika Tuhan menyelamatkan seseorang dari malapetaka karena berbuat kesalahan, hal itu merupakan sebuah peringatan agar orang itu kembali ke jalan yang benar.   (Agatha Nicole Tjang – Ie Lien Tjang © http://agathanicole.blogspot.co.id)



BERSAHABAT DENGAN AGATHA NICOLE TJANG - IE LIEN TJANG

Show Comments: OR

0 komentar:

Post a Comment

Teman-Teman yang berkunjung pasti komentarnya juga baik. karena kita semua manusia baik-baik. Oleh karena itu Nicole bilang Salam Komen terbaik kepada semua.
Kalau Mau Contact Nicole di :
Em@il : ieliencang@gmail.com
Phone & SMS : +6287760129111
T E R I M A K A S I H - MATUR SUKME - THANK YOU

ARTIKEL & CERITA DAN KISAH LEGENDA RAKYAT TERBARU

  • NAMA MARGA KETURUNAN CINA DI INDONESIA DAN DUNIA
    Nama Marga Keturunan Cina adalah nama yang diekspresikan dengan karakter Han (Hanzi). Nama ini digunakan secara luas oleh warga negara Republik Rakyat Tiongkok, Republik Tiongkok, Hong Kong, Makau dan keturunan Cina di negara-negara lainnya. Nama Cina biasanya terdiri dari 2 karakter sampai 4 karakter, walaupun ada yang lebih dari 4 karakter, namun umumnya nama seperti itu adalah mengambil...
    Dec-21 - 2017 | 4 Comments | More »
  • PENGGEMBALA SAPI TUA dan TONGKAT AJAIB
    Seperti negara kita tercinta Indonesia, negara-negara lain pun mempunyai cerita-cerita legenda rakyat (folklore) yang menarik dan sarat akan makna dan pesan moral bagi kita. Negeri Tirai Bambu Tiongkok atau China juga memiliki beberapa cerita legenda rakyat salah satunya adalah KISAH PENGGEMBALA SAPI TUA DAN TONGKAT AJAIB. Dahulu kala, ada sebuah danau yang sangat jernih di Yunnan, China....
    Dec-21 - 2017 | No Comments | More »
  • ASAL MULA SELAT BALI
    Selat Bali adalah selat yang memisahkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Untuk menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Bali melalui Selat Bali ini, yang dihubungkan dengan layanan kapal ferry dengan Pelabuhan Gilimanuk di Pulau Bali dan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi - Pulau Jawa. Alkisah, di Kerajaan Daha, Kediri, Jawa Timur, hiduplah seorang Brahamana (pendeta) yang bernama Empu...
    Dec-21 - 2017 | No Comments | More »
  • ASAL MUASAL UPACARA NANGLUK MERANA (MEMBASMI HAMA) KABUPATEN KARANGASEM
    Di Pulau Bali yang merupakan Pulau Dewata, terdapat tiga putra Batara Siwa yaitu Batara Gunung Agung, Batara Andakasa dan Batara Batur. Batara Batur setiap ada hama merusak tanamannya agar segera meminta maaf kepada Batara Gunung Agung dan Batara Andakasa ke laut. Di samping itu, Batara Batur juga diharapkan agar setiap tahun memohon maaf ke sana dengan melakukan upacara yang disebut...
    Dec-19 - 2017 | No Comments | More »
  • KISAH PUTRI CILINAYA
    Putri Cilinaya adalah seorang putri raja Kerajaan Daha yang mengingkari NAZAR-nya (Janji Suci Pada Tuhan Yang Maha Esa). Karena pengingkarannya itu sang putri diterbangkan oleh angin dan menjatuhkannya pada sebuah tempat, dimana tempat itu didiami oleh sepasang suami-istri yang kemudian memberi nama sang bayi putri tersebut dengan nama Cilinaya.  Alkisah pada zaman dahulu, tersebut...
    Dec-19 - 2017 | No Comments | More »
  • DONGENG KISAH BATU GOLOQ DI PULAU LOMBOK
    Batu Goloq adalah sejenis batu ceper yang terdapat di sebuah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Batu ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai penyebab munculnya tiga nama tempat di daerah Nusa Tenggara Barat, yakni Desa Gembong, Dasan Batu, dan Montong Teker. Alkisah, di daerah Padamara dekat Sungai Sawing, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, ada sepasang suami-istri...
    Dec-19 - 2017 | No Comments | More »
  • KISAH WINANGSIA, PUTRI RATNA AYU WIDERADIN YANG DISIA-SIAKAN
    Pada jaman dahulu kala, di pulau lombok Nusa Tenggara Barat, berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja Indrapandita. Raja itu memiliki sembilan putri yang cantik-cantik. Putri sulungnya bernama Denda Wingi, sedangkan si bungsu bernama Ratna Ayu Wideradin. Dari kesembilan putri raja tersebut, si bungsulah yang paling cantik dan mempesona. Maka, tidak mengherankan jika si bungsu menjadi...
    Dec-15 - 2017 | 1 Comment | More »

ARTIKEL & CERITA DAN KISAH LEGENDA RAKYAT POPULER

  • KISAH LEGENDA CALON ARANG
    02.10.2017 - 0 Comments
    CALON ARANG adalah seorang tokoh dalam cerita rakyat Jawa Timur dan Bali dari abad ke-12 yang berakar pada kebudayaan Hindu. Tidak diketahui lagi siapa yang mengarang cerita ini. Salinan teks Latin yang sangat penting berada di Belanda, yaitu dalam Jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 82 (1926) halaman 110-180. Calon Arang adalah seorang perempuan penyihir yang sangat jahat.…
  • KISAH BERSAUDARA
    19.09.2013 - 0 Comments
    Pada zaman dahulu kala, di s​e​buah negeri di Aceh, hidup dua orang kakak-beradik yang ber​nama Beungong Meulu dan Beungong Peukeun. Kedua orangtua mereka telah meninggal dunia. Tiap hari Beungong Peu​​keun mencari udang di danau.  Suatu hari Beungong Peukun tidak mendapat se​ekor udang pun. Saat hendak pulang, dia melihat sebuah benda yang menarik hatinya. Ternyata benda itu…
  • DONGENG BARON SEKENDER
    29.09.2017 - 0 Comments
    Baron Sekender adalah putra Nahkoda Karbin dari Negeri Spanyol dan mempunyai seorang saudara kembar bernama Baron Sukmul. Baron Sekender juga mempunyai 13 saudara tiri yang berlainan ibu. Suatu ketika, sang ayah menyerahkan Baron Sekender kepada seorang pertapa bernama Mahamintuna untuk dijadikan persembahan. ∞∞∞ Dahulu, di Negeri Spanyol ada seorang nahkoda bernama NAHKODA KARBIN yang…
  • SI BUJANG – ASAL MULA BURUNG PUNAI
    15.08.2017 - 0 Comments
    Kisah Asal Mula Burung Punai memiliki versi alur kisah yang berbeda-beda. Versi kisah rakyat tentang asal-mula Burung Punai di Kalimantan Selatan berbeda dengan kisah rakyat di Pelalawan, Riau. Kisah rakyat yang berkembang di kalangan masyarakat di Kalimantan Selatan mengisahkan tentang seorang pemuda yang bernama Datu Pulut, menikah dengan seorang bidadari dari Kahyangan. Namun, karena si…
  • KISAH LEGENDA PANGLIMA ANGIN
    16.09.2017 - 0 Comments
    Panglima Angin adalah gelar yang diberikan kepada Abang Daud dari daerah Mentok (Kecamatan Mentok), Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Indonesia. Gelar itu diberikan kepadanya karena kesaktiannya. Namun suatu ketika, kesaktiannya tersebut ia gunakan untuk membuat kekacauan di mana-mana, sehingga meresahkan masyarakat Mentok. * * * Alkisah, di daerah Mentok,…

ADHI MEKAR INDONESIA "AMI SCHOOL" DENPASAR BARAT, BALI

 
  • AGATHA NICOLE © 2017 | Modified By YURI | Powered By BLOGGER | KEDAI LOMBOK